Tampilkan postingan dengan label pantai muara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pantai muara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 April 2023

JALUR LINTAS PANTAI PANGANDARAN

 

Jelang Liburan Lebaran, Jalur Lintas Pantai Pangandaran Jadi Daya Tarik

28 Maret 2023, 15:47 WIB
SALAH satu spot jalur lintas pantai Pangandaran yang kini menjadi daya tarik wisatawan.
SALAH satu spot jalur lintas pantai Pangandaran yang kini menjadi daya tarik wisatawan. 

    Jelang liburan panjang Hari raya Idul Fitri 1444 Hijriyah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran terus melakukan persiapan. Salah satu persiapan untuk menjadi daya tarik wisatawan yaitu soal pemberlakukan tiket terusan melalui jalur lintas pantai.

Selain memiliki panorama indah di sepanjang pesisir pantai, kini Pangandaran juga telah memiliki jalur lintas pantai yang menghubungkan objek wisata pantai Pangandaran dengan pantai Batu Hiu, pantai Batukaras hingga pantai Madasari yang bisa ditempuh beberapa puluh menit saja.

Persiapan terus dilakukan agar jalur lintas pantai tersebut aman saat dilalui, seperti yang dilakukan di jembatan Wiradinata Rangga Jipang di objek wisata Karang Tirta, ditutup sementara dalam rangka pengujian jembatan mulai 25 Maret hingga 10 April 2023.

"Sehingga pada saat liburan lebaran nanti, jalur lintas pantai sudah bisa dilalui oleh kendaraan dengan aman," kata Kepala Disparbud Kab Pangandaran Tonton Guntari, Selasa 28 Maret 2023.

Menurut Tonton, pengembangan wisata itu salah satunya dengan membangun infrastruktur jalan, maka dengan dibangunnya jalur lintas pantai, wisatawan tidak hanya terfokus di pantai Pangandaran saja.

"Kalau dari pantai Pangandaran ke pantai Batu Hiu lewat jalan nasional bisa memakan waktu perjalanan sekitar 45 menit, dengan jalur lintas pantai paling sekitar 10 hingga 15 menit saja, Batu Hiu ke Batukaras paling 10 menit sudah sampai dan Batukaras ke pantai Madasari sekitar 15 menit," kata Tonton.

Sehingga kata Tonton, dengan jalur lintas pantai, pengunjung tidak lagi melalui akses jalan nasional yang kerap terjadi kemacetan di saat musim liburan panjang.

"Mudah-mudahan ketika pengunjung datang ke Pangandaran akan lebih tertarik ke objek wisata pantai lainnya karena aksesnya lebih dekat dan cepat," kata Tonton.

Belum lagi panorama indah pesisir pantai di sepanjang jalur lintas pantai yang menurutnya bakal menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke sejumlah objek wisata di Kab Pangandaran.

"Apalagi melalui akses jalur lintas pantai, pengunjung akan mendapatkan diskon tiket masuk maksimal 40 persen. Wisatawan bisa mengambil momen selfie karena di sepanjang jalur pantai banyak panorama pantai serta laut dan pegunungan yang indah," ujarnya.

Dirinya berharap kepada para pelaku usaha untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada pengunjung, karena disaat musim liburan panjang bakal didatangi oleh para wisatawan.

"Artinya masyarakat harus siap menerima atau melayaninya sebaik mungkin sehingga pengunjung tidak kapok untuk datang lagi ke Pangandaran," ujarnya.

Selain promosi, Disparbud Kab Pangandaran juga akan menangkal berita-berita hoaks yang kerap terjadi disaat musim liburan panjang, sehingga merugikan banyak pihak.

"Biasanya pas liburan panjang, suka ada tuh berita atau video hoaks yang terkesan menakut-nakuti sehingga calon pengunjung membatalkan kunjungannya ke Pangandaran

Kamis, 02 Februari 2023

PELABUHAN CIKIDANG PANGANDARAN

Pelabuhan Cikidang Sering Dijadikan Background Selfie Wisatawan



Kawasan pelabuhan Cikidang dilihat dari Jembatan Merah Pangandaran (Tuswanto)
Kawasan pelabuhan Cikidang dilihat dari Jembatan Merah Pangandaran 

    Pelabuhan Pendaratan Ikan ( PPI ) Cikidang adalah pelabuhan perikanan yang tidak ada bedanya dengan pelabuhan sejenis yang ada di daerah lain. Tapi akhir akhir ini banyak orang berfoto dengan latar belakang kawasan Pelabuhan Cikidang.

    Hal ini tidak terlepas dari viralnya Jembatan Merah yang ada di objek wisata Pantai Pangandaran. Seperti diketahui jembatan Cikidang atau yang lebih dikenal Jembatan Merah adalah jembatan penghubung antara kawasan pelabuhan Cikidang dengan pantai timur Pangandaran.

    Jembatan ini jadi viral karena dari sekitar jembatan ini tampak pemandangan sekelilingnya yang luar biasa. Jembatan Merah dan Pelabuhan Cikidang tidak bisa dipisahkan. Karena salah satu pemandangan indah yang bisa terlihat dari jembatan merah adalah kawasan pelabuhan Cikidang.

    Pelabuhan Cikidang juga jadi sering dikunjungi dan jadi spot foto baru yang diminati karena akses jalan baru menuju Pantai Timur Pangandaran melalui depan pelabuhan ini. Bisanya wisatawan akan mampir ke pelabuhan ini sebelum atau sesudah masuk ke objek wisata Pantai Pangandaran.

    Pelabuhan Cikidang sendiri dibangun sejak tahun 2003 oleh pemerintah Kabupaten Ciamis karena waktu itu Pangandaran masih menjadi bagian dari wilayah kabupaten Ciamis.

    Tujuan pembangunannya sendiri adalah bagian dari penataan kawasan wisata Pantai Pangandaran. Yang mana dahulu perahu para nelayan Pangandaran itu banyak memenuhi pantai barat dan pantai timur.

    Dengan sudah adanya Pelabuhan Cikidang kini semua perahu nelayan berangkat dan pulang melaut nya dari pelabuhan Cikidang. Sekarang perahu yang ada di pantai barat adalah hanya perahu pesiar yang biasa melayani pengunjung jika ingin diantar ke kawasan Pantai Pasir Putih.

    Lokasi Pelabuhan Pendaratan Ikan ( PPI ) Cikidang Jl. Komplek Cikidang Desa Babakan Kecamatan Pangandaran. Tampak sebelah barat adalah Pantai Timur Pangandaran dan cagar alam sementara sebelah timur adalah aquarium air tawar Piamari dan gedung Politeknik Kelautan dan Perikanan.***

Jumat, 26 Agustus 2022

Pantai Muara Cileutik Babakan Pangandaran

 

Pantai Muara Cileutik Babakan Pangandaran


Pantai Muara Cileutik terletak di wilayah Desa Babakan, Pangandaran atau sekitar KM 1,5 sebelum pintu masuk Obyek Wisata Pantai Pangandaran jika dari arah timur. Pantai Muara CIleutik Babakan Pangandaran merupakan muara dari sungai Cikidang berasal dari aliran sungai yang berada di Pegunungan utara Pangandaran. 

Sekitar Pantai Muara Cileutik adalah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Dermaga Perahu Nelayan, beberapa pemecah gelombang atau water break bisa kita jumpai di sekitar pantai Muara Cileutik, Nelayan yang menambatkan perahunya di Sungai Cikidang akan selalu melewati Muara Pantai Ciluetik, jika hendak atau sepulang mencari ikan. Keindahan Pantai Muara Cileutik Babakan Pangandaran sangat mempesona terutama saat menyusuri bebatuan pemecah gelombang tertata hingga ke tengah lautan.

Pantai Muara Cileutik Babakan Pangandaran

Pantai Muara Leutik Babakan Pangandaran biasa menjadi tempat untuk ngabuburit atau menunggu saat adzan magrib tiba oleh warga sekitar Pantai Muara Cileutik pada saat Bulan Ramadhan. Biasanya Pantai ini ramai menjelang waktu buka puasa.
 Muara Cileutik

Muara Cileutik Babakan Pangandaran

Pantai Muara Cileutik Babakan Pangandaran adalah merupakan bagian dari pantai Timur Pangandaran, jika menyusuri pantai ini kita bisa sampai ke Obyek Wisata Pantai Pangandaran.
Sungai Cikidang Babakan
Sungai Cikidang Babakan,

Pantai Muara Cileutik Babakan Pangandaran
Ujung Cagar Alam Pangandaran terlihat jelas dari Pantai Muara Cileutik Babakan Pangandaran.
Pantai Muara Cileutik Babakan Pangandaran
Nelayan sepulang mencari ikan melewati Pantai Muara Cileutik.

Pangandaran Akan Punya Destinasi Kampung Sunda, Ini Sederet Fakta Menariknya

 

Pangandaran Akan Punya Destinasi Kampung Sunda, Ini Sederet Fakta Menariknya






  •  

    Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat, sebentar lagi akan memiliki destinasi kebudayaan Sunda. Wisata yang diberi nama Etalase Kampung Sunda itu digagas oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan (Unpas), Paguyuban Pasundan, serta Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Di lokasi tersebut nantinya masyarakat akan diajak melestarikan tradisi dan budaya Sunda, sehingga keberadaannya bisa tetap lestari.

Direncanakan Etalase Kampung Sunda tersebut akan dibangun di Desa Cikalong, di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektare. Berikut sederet fakta menariknya yang berhasil dihimpun

Jadi Tempat Pelestarian Budaya Sunda


Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof Didi Turmudzi mengatakan adanya Etalase Kampung Sunda ini menjadi peluang besar untuk melestarikan budaya Sunda di tengah krisisnya solidaritas orang Sunda dan krisis menggunakan bahasa Sunda.

Hal itu yang kemudian semakin memperkuat bahwa Etalase Budaya Sunda yang akan dibangun di Desa Cikalong, bisa dijadikan sebagai pusat dari Kebudayaan Sunda.

"Makanya dengan adanya Etalase Kampung Sunda ini menjadi peluang tempat tersebut dijadikan pusat budaya Sunda," kata Prof Didi Turmudzi, usai menggelar pertemuan dengan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata dan Dekan Fisip Unpas, M Budhiana di Gedung Paguyuban Pasundan Kota Bandung, Rabu (8/6), dikutip dari ANTARA.

Tidak Kehilangan Jati Diri Sebagai Orang Sunda

Dengan adanya Etalase Kampung Sunda masyarakat Jawa Barat, khususnya tidak melupakan sejarah nenek moyang di masa lampau.

"Jadi setidaknya kita tidak kehilangan jejak sejarah," ujar Didi.

Dirinya mengaku bangga dengan hadirnya wisata budaya ini karena bisa dijadikan alternatif pengembangan budaya sekaligus pengembangan ekonomi. Diharapkan, Pemprov Jabar bisa ikut terlibat dalam pengembangannya.

"Ini juga bisa menjadi daya tawar Jawa Barat ke kancah internasional," katanya.

Didirikan di Desa Adat

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengungkapkan jika pihaknya menyambut baik rencana pembangunan Etalase Kampung Sunda tersebut. Menurutnya, penempatan destinasi di Desa Cikalong sudah tepat lantaran daerah tersebut merupakan kampung adat yang masih kental budaya Sundanya.

"Kami juga menyediakan lahan di Desa Cikalong 10 hektare. Kebetulan di desa ini adat dan budaya Sundanya masih kental. Jadi sangat cocok," kata Jeje.

Diharapkan Jeje, Etalase Kampung Sunda di Cikalong sendiri sudah rampung dibangun dan bisa bermanfaat di tahun 2023 mendatang.

"Untuk konsepnya sudah ada, mungkin anggarannya bisa dibantu dari Pemprov dan DPRD Jawa Barat," katanya.

Jadi Ikon Cultural Tourism di Jawa Barat

Terkait konsep, Jeje mengatakan jika di Etalase Kampung Sunda nantinya akan memiliki dua hal. Yang pertama, saat masuk ke lokasi harus menggunakan pakaian adat Sunda dan berkomunikasi juga harus menggunakan bahasa Sunda.

Sementara itu, Dekan Fisip Unpas, M Budhiana menambahkan Pangandaran merupakan wisata unggulan teratas di Jawa Barat yang terus berkembang dan perlu diperkuat dengan membangun ikon cultural tourism dalam bentuk miniatur kampung adat Sunda seperti destinasi wisata lainnya seperti di Bali dan Yogya.

"Selain itu, kampung ini juga akan memadukan unsur etnisitas, budaya, alam dan lainnya .

Kamis, 11 Agustus 2022

Curug Jambe Anom di Pangandaran, Destinasi Wisata yang Masih Murni dan Alami

 

Curug Jambe Anom di Pangandaran, Destinasi Wisata yang Masih Murni dan Alami


Curug Jambe Anom di Pangandaran, Destinasi Wisata yang Masih Murni dan AlamiCurug Jambe Anom di Pangandaran

Pangandaran memiliki banyak tempat wisata yang memiliki keindahan alam dengan yang memukau, bukan hanya wisata pantai namun juga keindahan curug-curug yang ada di Pangandaran. 

Jika kalian belum mengetahuinya kali ini admin akan membantu dengan memberi berbagai informasi terkait wisata Curug Jambe Anom – Info Lengkap Fasilitas, Harga Dan Alamat.

Jika kalian berkunjung ke curug jambe ini pada pagi hari, kalian akan menikmati kicauan burung, sejuknya udara, dan suara gemuruh air dan angin, membuat kalian menjadi relax dan menghilangkan sejenak rasa stress anda, yang sibuk di padatnya perkotaan. Dan jika kalian beruntung kalian dapat melihat pelangi yang mengitari curug tersebut.

Tips untuk Wisata di Cuurg Jambe Anom

Jika kamu ingin mengunjungi tempat wisata ini, jangan lupa untuk mempersiapkan beberapa hal berikut ini.

1. Bawalah makanan dan minuman dari tempat kalian karena disini tidak ada orang yang berjualan
2. Membawa kembali sampah bekas kalian agar menjaga keasrian alam disini
3. Menjaga keasrian alamnya seperti tidak mematahkan anting pohon, mengukir nama dipohon dengan pisau, tidak buang sampah sembarangan
4. Berhati hati saat mendekati air terjun
5. Bawalah baju ganti
6. Membawa obat obatan pribadi
7. Jika anda membawa anak kecil pastikan berada di bawah pengawasan anda

Lokasi Dan Rute Jalan Curug Jambe Anom

Lokasia objek wisata curug ini tidak jauh dari pusat pantai Pangandaran. Terletak di desa Purbahayu, kecamatan Pangandaran. Dapat ditempuh sekitar 45 menit dari pantai Pangandaran menggunakan kendraan pribadi .

Tidak ada papan jalan yang menunjuk atau mengarah langsung menuju tempat ini kalian harus bertanya kepada masyarakat lokal agar tidak tersesat.

Curug Jambe Anom berlokasi di tempat yang cukup terpencil. Pemandangan yang indah dengan nuansa alam cocok bagi kamu yang butuh tempat pelarian dari hiruk pikuk kota besar.

Jam Buka dan Harga Tiket

Jam Buka

curug Jame Anom buka dari 7:30-17:00 kamu bisa mengunjungi tempat ini di jam jam ini, bagi kamu yang ingin 

Detail Biaya

Tiket

  • Mulai dariRp 10.000
  • SampaiRp 50.000

Sahabat mawa traveling tercinta, jika anda sedang dalam perencanaan berwisata menuju Pangandaran bersama keluarga atau kawan kawan, alangkah baiknya untuk meluangkan waktu untuk mengunjungi tempat ini.


Curug Bunton Padaherang, Kabupaten Pangandaran

 

Curug Bunton Padaherang, Kabupaten Pangandaran


Seorang remaja sedang berfoto di Curug Bunton Padaherang
Berfoto di Curug Bunton Padaherang  
Mau berpetualang di Pangandaran dan mecari tahu keindahan yang hadir penuh tantangan.
 
Tapi sebelum mengulas keindahan curug terpanjang di Pangandaran ini. Bagikan momen keindahan Pangandaran kepada semua temanmu.
 
Pangandaran menyediakan berbagai macam keindahan pariwisata alam yang indah nan mempesona.
 
Bagi kalian yang menyukai destinasi tantangan dan sejuk alam yang segar. Pergi ke curug dengan menyaksikan jatuhnya air dari sela-sela bebatuan bisa menjadi pilihan tepat.

Pergi ke Curug Bunton Padaherang. Air terjun dengan ketinggian belasan meter ini bisa menyuguhkan keindahan dan menyediakan spot foto bagaikan di surga dunia.
 
Dapat dilihat dari alam sekitarnya yang masih hijau, suasana yang sejuk dan damai. Lokasi yang bisa membuat kita tadabur pada alam.
 
Tetapi tetap jaga keselamatan dan jaga bahasa lisan saat ketengah hutan. Apalagi kita tidak tahu penghuni gaib apa yang tinggak disana.
 
Paling terpenting tetap jaga kelestarian alam. Manusia akan menjaga alam, maka alam akan melindungi.

Minggu, 07 Agustus 2022

Destinasi Wisata “Curug Puringis Pangandaran”

 

Alhamdulillah, atas izin Allah yang Maha Kuasa. Telah dibuka untuk umum Destinasi Wisata “Curug Puringis Pangandaran” pada hari Minggu, tanggal 12 Desember 2021. Pembukaan Destinasi Wisata ini dimeriahkan oleh Trail Adventure yang diikuti oleh oleh kurang lebih sebanyak 500 peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Pangandaran dan Sekitarnya serta hiburan-hiburan seru lainnya.

Acara ini diselenggarakan oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Curug Puringis, Club Badut MX Lingsang Geni, dan didukung oleh Ikatan Offroader Pangandaran. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pangandaran, Perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Camat Kalipucang, Kepala Desa Putrapinggan, PHRI Kabupaten Pangandaran, serta lembaga lainnya.

Destinasi wisata Curug Puringis terletak di Dusun Bojong RT 003 RW 006 Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Kawasan wisata Curug Puringis merupakan kawasan Tanah Kas Desa (Pengangonan) yang di dalamnya terdapat pesawahan sengked atau terasering, kawasan perkebunan karet yang ditengahnya dialiri sungai yang berhulu di Perkebunan Karet PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Afdeling Putrapinggan.

Curug Puringis Pangandaran merupakan destinasi wisata yang mengekspos keindahan alam. Curug Puringis memiliki luas kurang lebih 22O Ha. Saat ini, kegiatan wisata yang dikembangkan oleh pokdarwis diantaranya Pemandian Alami, Pertanian, Camping Ground, Wisata Edukasi, Outbound, Jungle Tracking, Trail Adventure, Mountain Bike, Wisata Kuliner, Situs Budaya Empu Jayandaru, dan lain-lain.

Kawasan wisata Curug Puringis dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda empat minibus ataupun roda dua. Jarak objek wisata Curug Puringis dari jalan Raya Putrapinggan Pangandaran tepatnya Jembatan Baru Ciputrapinggan kurang lebih 5 kilometer.

Setelah sampai di tempat parkir, wisatawan kemudian menempuh perjalanan dengan berjalan kaki untuk mencapai objek wisata dengan jarak tempuh sekitar 200 meter. Selama berjalan kaki, wisatawan akan disuguhi pemandangan alam yang indah, sejuk, dan masih alami.

Kedepan, diharapkan semoga destinasi wisata baru ini bisa memberikan manfaat serta dampak positif bagi kesejahteraan warga Desa Putrapinggan khususnya, dan umumnya untuk Kabupaten Pangandaran, bisa berkembang dan konsisten ikut memajukan industi pariwisata di Provinsi Jawa Barat. Aamiin

Ronggeng gunung asal Pangandaran

 

Ronggeng gunung asal Pangandaran

Penari ronggeng gunung.

Ronggeng Gunung adalah salah satu adalah tarian buhun (kuno) dari daerah Pangandaran yang disajikan dengan konsep pertunjukan minimalis. Ronggeng berasal dari kata renggana (bahasa sansakerta) yang memiliki arti perempuan pujaan hati. Perempuan pujaan ini adalah penari yang dipilih untuk menyambut tamu bangsawan kerajaan yang selalu diiringi alat musik tradisional. Sedangkan kata gunung berkaitan dengan daerah perkampungan (pegunungan) sebagai tempat tarian ini berasal dan berkembang. Pada dasarnya, tarian ini dijadikan sebagai sarana ritual orang kampung untuk menghormati Dewi Sri dan hiburan setelah melepas lelah selesai melakukan satu periode menanam padi. Tapi, setelah berlakunya sistem perkebunan kolonial Belanda beralih fungsi menjadi sarana hiburan yang harus dilakukan perempuan pribumi kepada tenaga-tenaga ahli kontrak yang didatangkan Belanda.  Tarian ronggeng gunung lahir dari perpaduan kesenian bajidor dan pencak silat. Ronggeng Gunung biasanya dipentaskan dalam waktu 2 sampai 12 jam sekali pertunjukan. Dalam satu kali penampilan biasanya dibawakan 6 sampai dengan 8 lagu. Secara umum, tema lagu dalam kesenian ini bercerita tentang kerinduan kepada kekasih dan sindiran pada perompak yang telah membunuh Anggalarang.

Awalnya, ronggeng gunung sempat berfungsi sebagai sarana pengantar upacara adat seperti panen raya, penerimaan tamu, perkawinan, dan khitanan yang sangat menarik karena mengeksplorasi unsur erotis dari penari. Tapi, periode tahun 1904 sampai dengan 1945, beberapa nilai dan konsep penyajian ronggeng gunung mengalami perubahan disesuaikan dengan norma dan tatakrama yang berlaku semakin baik pada lingkungan masyarakat. Salah satu contoh perubahan aturan adalah melarang penari bersentuhan langsung dengan penari laki-laki dan penonton laki-laki yang ikut menari ronggeng.

Pemain

Kreasi tari ronggeng gunung pada sebuah festival.
  • Penari utama dalam ronggeng gunung adalah seorang perempuan yang menggunakan kostum kebaya, samping kebat (kain batik), selendang sebagai kelengkapan penting saat menari. Fungsi dari selendang ini untuk mengajak lawan (laki-laki) yang berasal dari para penonton yang hadir pada acara. Apabila selendang sudah dikalungkan ke leher salah satu penonton, artinya orang tersebut terpilih sebagai penari laki-laki.
  • Penari laki-laki biasanya berjumlah 10 orang. Kostum yang digunakan adalah sarungiket kepala serta golok yang diselipkan di bagian pinggang. Penari laki-laki menari dengan gerakan mengelilingi penari perempuan dengan pola gerakan berputar sesuai arah jarum jam.
  • Sinden lulugu (utama) adalah seorang perempuan berusia lanjut yang memiliki suara yang khas dan merdu. Biasanya, pesinden ini bisa membawakan lagu-lagu yang tidak dibawakan oleh pesinden biasa.
  • Pemain alat musik yang wajib hanya berjumlah tiga orang, karena alat musik yang dimainkan hanya ketukgong, dan kendang.

Lagu

Lagu yang biasanya dinyanyikan oleh sinden dalam berbagai pertunjukkan ronggeng Gunung ada 18 lagu yang disebut kuduk tari yang berisi sisindiran dan wangsalan. Lagu-lagu tersebut adalah kudupturi, ladrang, sisigaran, golewang, kawungan banter, parut, dengdet, ondai, liring, kawungan kulonan, manangis, mangonet, urung-urung, tunggul kawung, trondol, cacar burung, kidung, raja pulang. Penyajian lagu dibagi menjadi tiga bagian yaitu pembuka, inti dan penutup. Untuk bagian pembuka yaitu wangsalan ladrang dan kudupturi. Bagian inti adalah wangsalan golewang, kawungan banter, parut, ondai, liring, kawungan kulonan, manangis, mangonet, urung-urung, tunggul kawung, trondol, cacar burung, kidung. Bagian penutup adalah wangsalan dengdet, raja pulang dan sisigaran.

Lagu-lagu ronggeng gunung memiliki irama bebas dengan syair dan berbentuk pupuh (puisi Jawa kuno). Bentuk sekar, termasuk bentuk tembang yang mempergunakan nada-nada tinggi (meluk = Sunda) yang penuh alunan suara (legeto) dengan rumpaka sebagai media penampilan belaka. Banyak orang berpendapat bahwa lagu-lagu tersebut senada dengan sebuah bentuk tembang sunda beluk, sebuah irama buhun, sebab itu sangat sulit untuk mentranskripsikan lagu-lagu tersebut atau membuat notasinya sekaligus. Kemungkinan besar juga, itulah yang menyebabkan mengapa ronggeng-ronggeng generasi sekarang tidak ada yang mampu untuk menyanyikannya.

Aspek pertujukan

Dinamisme

Dalam pertunjukan Ronggeng Gunung unsur dinamisme bisa dilihat daro para anggota kelompok kesenian Ronggeng Gunung, baik itu ronggeng maupun nayaga. Mereka mempunyai isim sebagai benda yang berfungsi sebagai alat untuk menahan bahaya atau malapetaka yang diakibatkan oleh perbuatan orang lain yang iri atau karena ada persaingan baik antara pemain sendiri maupun dengan kelompok lain. Selain itu, fungsi lain adalah untuk mempertahankan kewibawaan dari pribadi pemimpin kelompok Ronggeng Gunung agar ia tetap disegani baik oleh anak buahnya maupun oleh orang lain.

Animisme

Unsur-unsur religio magis yang bersifat animistis dalam pertunjukan Ronggeng Gunung, dapat dilihat dalam penyajian sesajen yang dipersiapkan sebelum pertunjukan dimulai. Pembacaan doa dilakukan oleh ketua kelompok (rombongan) dan dihadiri oleh seluruh anggota dan para ronggeng. Adapun pemberian sesajen mempunyai maksud agar supaya roh-roh jahat tidak akan mengganggu dan memohon agar penguasa setempat, menjaga keselamatan para nayaga dan ronggeng, menarik simpati penonton pertunjukan dan membuat acara berjalan lancar hingga selesai, menjauhkan gangguan dari roh jahat yang ada di sekeliling tempat pertunjukan dan gangguan cuaca selama pertunjukan berlangsung.

Unsur magis

Para pemain Ronggeng Gunung, khususnya penari-penari wanita, biasanya memiliki mantera atau doa pengasih, (pamelet dalam bahasa Sunda) untuk maksud yang baik, musalnya supaya dia disenangi penonton. Kerap kali terjadi penonton pria tergila-gila kepada salah seorang ronggeng dan setelah menonton · akan selalu teringat kepadanya. Dalam mempergunakan mantera untuk menarik simpati penonton, para ronggeng menggunakan bahasa kuno, sehingga tidak diketahui lagi artinya oleh yang mengucapkannya. Tetapi makin tidak difahami arti mantera-mantera itu, makin dirasakan kekeramatannya. Sebuah magi bisa menggunakan bahasa Jawa kuno atau bahasa Sunda kuno, dan magi semacam ini disebut orang magi produktif.

Sabtu, 06 Agustus 2022

Nasi Oyek, Makanan Tradisional Asal Pangandaran

 

Nasi Oyek, Makanan Tradisional Asal Pangandaran


Nasi Oyek alias Tiwul disajikan dengan ampas kelapa muda berbumbu dan beralaskan daun pisang. 

Akhir-akhir ini, segala hal berbau tradisional kembali digemari, termasuk Oyek alias Tiwul, makanan tradisional berbahan dasar singkong. Kini, nasi Oyek alias Tiwul banyak dijajakan di pasar tradisional, bahkan rumah makan kelas menengah ke atas.

Oyek yang berbahan dasar singkong ini lazim disajikan dengan piring yang terbuat dari daun pisang. Butiran oyek berwarna coklat kehitaman mengkilat itu lantas ditaburi dengan ampas kelapa muda.“Ampasnya diberi bumbu rempah tradisional,” 

Selain itu, nasi oyek pun bisa menjadi pengganti nasi. Adapun lauk, bisa dipilih berdasar selera. Bisa ayam goreng atau tempe.

Saat ini belum ada pembuatan Oyek skala besar. Produksi Oyek masih dilakukan dengan cara tradisional.

Proses pembuatannya, singkong dipotong-potong dengan ukuran sedang. Lantas, singkong yang sudah dipotong itu direndam sekitar sepekan.

Singkong yang sudah bertekstur lembut itu kemudian dijemur hingga kering dengan tampah atau tampir. Saat sudah kering, singkong sudah siap ditumbuk atau digiling menjadi Oyek.

Agar siap saji, Oyek tersebut harus dikukus agar matang. Selanjutnya, bisa dikonsumsi. Pengeringan juga berfungsi agar Oyek bisa disimpan dalam jangka lama sebagai persediaan.

Sebagian warga sudah menanam singkong pada musim penghujan sebagai persediaan makanan di musim kemarau. Kebanyakan menanamnya secara tumpang sari di lahan perhutani.

Ada pula yang menyimpannya dalam bentuk singkong yang sudah dikeringkan. Singkong kering siap masak ini disebut Gaplek. Dalam keadaan kering, Gaplek bisa disimpan berbulan-bulan, bahkan tahunan.

JALUR LINTAS PANTAI PANGANDARAN

  Jelang Liburan Lebaran, Jalur Lintas Pantai Pangandaran Jadi Daya Tarik 28 Maret 2023, 15:47 WIB SALAH satu spot jalur lintas pantai Panga...